Rabu, 07 September 2016

Re Komitmen Sebagai Bagian Penguatan MPPS

Sebagai sebuah jaringan masyarakat sipil yang memiliki kepedulian pendidikan, sesungguhnya MPPS memiliki peran yang strategis. Apalagi selama ini juga konsisten menyuarakan layanan pendidikan yang lebih baik. Seperti tertuang dalam hasil konsolidasi bulan Februari lalu ada 3 misi yang menjadi pedoman yakni advokasi pendidikan, penguatan masyarakat dan wadah pembelajaran.

Ketiga misi tersebut melandaskan pada wajar diknas 12 tahun, kurikulum, akuntabilitas, sekolah ramah anak, desentralisasi pendidikan dan peran masyarakat.

Substansi tersebut terungkap dalam rapat pengurus MPPS yang diadakan di Yayasan Kakak 1 September. Pengurus MPPS melihat perlu menata kembali komitmen kelembagaan maupun individu yang berada didalamnya. Sebab terlihat ada beberapa anggota baik lembaga maupun individu yang pasif.

“Padahal dijaringan lain seperti ada sebuah jaringan untuk advokasi anak, kalau ada anggota tidak hadir dalam 3 pertemuan berturut-turut tanpa konfirmasi langsung di kick” terang Shoim dari 
 Yayasan Kakak. Sebuah jaringan akan bertambah baik dan kuat bila arah dan dinamisasi jaringan dirawat bersama. Meski demikian, yang jadi ujung tombak tentu ditingkat pengurus itu sendiri. Sehingga perlu ada penataan yang bukan mengikat namun memberi rambu-rambu yang jelas arah gerakan dan kontribusi yang bisa diberikan.

Dalam koordinasi tersebut selain masalah re komitmen, pengurus juga mendiskusikan tentang konsekuensi. Sebagai bagian sebuah gerakan tentu ada hal yang harus dikontribusikan berupa ide, waktu, tenaga, pikiran bahkan bisa jadi material.

Artinya pernyataan komitmen harus disertai dengan sumbangsih yang bisa diberikan. Pengurus MPPS juga sudah menyiapkan kerjasama dengan Radio Republik Indonesia untuk siaran rutin setidaknya sebulan sekali. Hanya tema dan spesifikasi seperti apa, masih akan ditindaklanjuti. Di era media social muncul juga lontaran untuk memunculkan fanspage sebagai upaya memobilisasi sumberdaya, menyebar informasi, maupun menjaring berbagai isu yang muncul di masyarakat.

Media social akan dikelola oleh bagian penguatan masyarakat, dibantu dari komunitas Jerami. Bagi YSKK, memunculkan sebuah Fanspage akan meningkatkan dinamisasi isu-isu pendidikan ditingkat daerah. Isu pendidikan sendiri merupakan salah satu isu yang ranahnya sangat luas. Anggota MPPS juga dapat menjangkau semua isu sehingga media social dapat dimanfaatkan untuk itu.

0 komentar:

Posting Komentar