Senin, 09 Juni 2014

Banyak Yang Bertopeng Di Kehidupan Kita

Setiap orang bergaul dengan sesamanya pasti ingin dicitrakan baik layaknya tokoh. Tidak hanya di kampung, dikantor, diklub hobi, tempat arisan dan lain sebagainya. Manusia menginginkan kesan baik diantara sesamanya. Kita hampir sulit menilai perilaku tiap individu meski kita bisa lihat tanda-tandanya.

Ya, bila kita jeli kita bisa menangkap seseorang itu cerdas, jujur, pelit, keras, kasar dan watak lainnya. Meski begitu ada beberapa orang yang cukup pintar menyimpan kekurangannya. Ketika bertemu banyak orang, dia akan sangat rapi menyimpan kekurangan atau perilaku negatif dengan rapat. Meski tidak mudah, banyak yang melakukannya. Di kampung Ganjil, hal ini juga terjadi. Kalau soal kikir mudah didapat ketika ada iuran atau tambahan kegiatan, pasti mereka-mereka saja yang bereaksi.

Beberapa hari lalu pak Muhammad mendapati cerita dari pak Untung tetangganya yang kini berjualan kaset VCD. Dulu memang sempat menjadi pedagang HIK tapi karena berniat pindah rumah, otomatis HIK yang menempel dirumahnya dijual ke RT. Dari jualan VCD tersebut, nampaknya melayani juga penjualan video dewasa.

Menarik mendengar ceritanya tentang taktik orang bertanya soal video ini. "Ada yang bilang ada film dewasa mas?, ada film bagus atau film unyil" cerita pak Untung dengan semangat. Kesamaan penanya cuma satu, nanya bila tidak ada pembeli lain. Mereka kan malu kalau sampai ketahuan cari video gituan. Rupanya beberapa diantara peminat video dewasa, beberapa tetangga turut menjadi pelanggan. Setidaknya 3 atau 6 hari sekali ada yang datang membeli dari pak Untung selepas malam ketika sampai rumah.

Suatu ketika pak Untung sms ke pak Muhammad minta nomor pak Parto. Dari perbincangan singkat terungkap ternyata pak Parto membawa kaset berjumlah sekitar 30buah tanpa dibayar. Mayoritas film dewasa hanya ada beberapa yang berupa lagu. Saat membawa kaset dari lapak pak Untung selalu beralasan "Nanti tak bayar, tak bawa dulu ya" dan tidak pernah kembali. Entah rusak, macet, tidak bisa tampil gambarnya namun juga tidak dibayar.

Pak Muhammad menyarankan pak Untung supaya tegas saja apalagi tingkat ekonomi pak Parto lebih tinggi. Maklum istrinya pejabat penting perusahaan listrik negara di kota. Seperti biasa, pak Untung merasa gak enak pun ketika pak Muhammad memberi trik mempermalukan pak Parto atau membuat dirinya jera. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan. Lha pinjam koq barang dagangan, ya bangkrut apalagi tidak membayar dan tidak pernah dikembalikan. Sebuah cerita yang sangat mengejutkan. Pun ketika ditagih hanya dikembalikan 7 buah tanpa uang dari puluhan kaset sebelumnya.

Alasan yang dikemukakan banyak yang tidak ditonton atau bahkan MP3 dibiarkan di mobil barunya karena ga bisa dikeluarkan dari VCD mobilnya. Kekagetan ini mengingatkan pak Muhammad yang secara tak sengaja terkoneksi dengan folder laptop pak Sari yang di folder utama tertulis pekerjaan namun ketika iseng coba di klik isinya ratusan film tak senonoh yang terbagi atas ukuran file. Dipikir pak Muhammad yang sering melihat pak Sari hingga larut malam ya mengerjakan lemburan tugas kantor. Tapi rupanya tidak seperti keliatannya.

0 komentar:

Posting Komentar